Pengertian Photodiode (Dioda Foto) dan Fungsinya


Bagi anda para praktisi elektronika tentu harus tahu apa itu photodiode. 
Photodiode atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dioda foto adalah sebuah komponen elektronika yang memiliki kemampuan mengubah energi cahaya menjadi arus listrik.

Photodioda masuk ke dalam jenis komponen elektronika aktif. Komponen ini terbuat dari bahan semikonduktor, dan masih masuk ke dalam keluarga dioda. Tak berbeda dibanding dengan jenis dioda lainnya, photodiode juga memiliki dua buah kaki. Kaki yang pertama adalah anoda, dan kaki yang lainnya adalah katoda.

Yang membedakan antara photodiode dengan dioda biasa ialah pada permukaannya. Pada permukaan dioda foto terdapat lapisan lensa dan filter optik yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya. Berbagai jenis cahaya bisa dideteksi oleh photodioda mulai dari cahaya matahari, sinar infra merah, sinar ultra violet, sinar x, dll.

Pengertian Photodiode (Dioda Foto)

Dari penjabaran tadi dapat disimpulkan pengertian photodioda adalah komponen elektronika aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor yang berfungsi mengubah cahaya menjadi arus listrik. Bentuk dari komponen photodioda tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan LED biasa.

Komponen photodiode dibuat dari beberapa macam bahan seperti Germanium (Ge), Silikon (Si), Indium gallium arsenide phosphide (InGaAsP), dan juga Indium gallium arsenide (InGaAs). Masing-masing bahan tersebut memiliki spesifikasi dan karakteristik masing-masing.

Fungsi Photodiode (Dioda Foto)

Dioda foto atau photodiode punya banyak fungsi. Beberapa diantaranya adalah untuk membuat robot seperti line follower, alat-alat medis, scanner barcode, sensor cahaya kamera, peralatan keamanan, dan masih banyak lagi lainnya. Itulah sebab mengapa komponen yang satu ini banyak dicari untuk diimplementasikan ke dalam rangkaian-rangkaian tersebut.

Simbol Photodiode (Dioda Foto)

Prinsip Kerja Photodioda

Dioda foto atau photo dioda terdiri dari sebuah lapisan tipis semikonduktor bertipe-N yang memiliki kebanyakan elektron. Selain itu itu juga terdapat sebuah lapisan tebal semikonduktor bertipe-P yang memiliki kebanyakan hole. Lapisan tipis semikonduktor tipe-N sebagai Katoda, lapisan semikonduktor tebal tipe-P sebagai Anoda.

Pada saat foto dioda terkena sinar cahaya, foton yang merupakan partikel terkecil pada cahaya akan  menembus lapisan tipis semikonduktor bertipe-N, lalu memasuki lapisan semikonduktor tebal bertipe-P. Foton tersebut kemudian akan bertabrakan dengan elektron yang terikat sehingga terpisah dari intinya, dan menyebabkan terjadinya hole.

Elektron yang terpisah akibat tabrakan tadi berada di dekat persimpangan PN junction, dan akan menyeberangi persimpangan menuju ke wilayah semikonduktor yang bertipe-N. Hal tersebut membuat lektron bertambah di sisi semikonduktor N, dan hole akan bertambah di sisi semikonduktor P.

Pemisahan muatan positif dan negatif yang terjadi mengakibatkan terjadinya beda potensial pada persimpangan PN. Saat beban atau kabel dihubungkan ke Katoda (semikonduktor N) dan Anoda (semikonduktor P), maka akan timbul aliran arus listrik akibat elektron yang mengalir melalui beban atau kabel tersebut dari Katoda menuju ke Anoda.

Pengoperasian Photodioda

Sejauh ini terdapat dua model pengoperasian dioda foto. Yang pertama adalah model Photovoltaic, dan yang kedua adalah model Photoconductive. Berikut penjelasan mengenai perbedaan pengoperasian photodiode model Photovoltaic dan model Photoconductive.

1. Photovoltaic
Model pertama adalah Photovoltaic. Model yang satu ini membuat photodioda bekerja seperti halnya sel surya, yakni dapat menghasilkan tegangan listrik yang dapat diukur. Akan tegangan yang dihasilkan oleh photodioda sangatlah kecil. Bahkan tidak bisa untuk mengalakan sebuah lampu sekalipun.

2. Photoconductive
Model yang kedua adalah Photoconductive. Berbeda dibanding dengan model sebelumnya, pada model ini photodioda tidak menghasilkan tegangan listrik, melainkan digabungkan dengan sumber tegangan lain yang dipasang secara bias terbalik alias reversed biased voltage, sehingga photodioda berfungsi sebagai saklar arus listrik saat terkena cahaya.

Teknik Elektronika dan Radio Komunikasi

Iklan feed

Populer

Cara Mengukur Trafo dengan Multitester Analog / Digital

Rangkaian Lampu TL Tanpa Trafo Ballast

Apa Itu Ballast Lampu, Fungsi dan Tipenya